Langit Batam masih diselimuti awan tipis ketika para santri SMP Daarut Tauhiid Boarding School (DTBS) Batam mengikuti kegiatan istimewa pada Selasa (5/8). Hari itu, sekolah menggelar Tes STIFIn—sebuah ikhtiar untuk mengenali potensi, karakter, dan gaya belajar setiap santri secara lebih mendalam.
Tes STIFIn bukan sekadar rangkaian angka atau hasil cetakan. Ia menjadi cermin yang memantulkan gambaran diri, membantu santri memahami kecenderungan otak dominan mereka. Dengan pemahaman ini, diharapkan proses belajar menjadi lebih efektif, arah pengembangan diri lebih jelas, dan karakter tumbuh lebih utuh.
Dalam suasana tenang namun penuh antusiasme, santri mengikuti rangkaian tes di bawah bimbingan tim profesional. Setiap data yang terkumpul diolah menjadi peta potensi unik, yang kelak menjadi panduan pembelajaran yang lebih personal, adaptif, dan bermakna.
“Dengan memahami diri sendiri, semoga para santri dapat belajar lebih efektif, tumbuh ke arah yang tepat, dan mengembangkan potensi yang Allah titipkan dengan sebaik-baiknya,” ujar Oka Raka Kuswanda, Humas SMP DTBS Batam.
Kegiatan ini mencerminkan komitmen sekolah untuk mendampingi santri tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam menemukan jati diri mereka. Sebab pendidikan sejati bukan sekadar angka di rapor, melainkan perjalanan mengenal, menerima, dan mengembangkan diri.
Dengan langkah ini, SMP DTBS Batam menegaskan bahwa setiap santri adalah pribadi istimewa. Untuk menggali keistimewaan itu, dibutuhkan pemahaman yang mendalam dan pendekatan yang tepat. Sebab di balik setiap jiwa muda, tersimpan potensi besar yang siap ditumbuhkan. (Dian Safitri)